02 January 2014

Kisah Sang Kapten dan Orang yang Dimata-matainya

0 komentar

Source
Jerman Timur, tahun 1984. Seorang lelaki duduk dengan penuh perhatian. Headphone besar menutup telinganya. Dengan tubuh dan wajahnya yang kaku, dia sibuk mendengarkan sebuah rekaman percakapan orang yang dimata-matainya. Lelaki itu bernama Gerd Wiesler, dia adalah kapten di Stasi, polisi rahasia Jerman Timur.

Dari lantai atas apartemen yang disadap, hari demi hari dan malam demi malam , Wiesler mendengarkan seluruh percakapan. Apartemen itu ditempati oleh seorang penulis drama bernama Georg Dreyman (Sebastian Koch) dan aktris sekaligus kekasihnya, Christa-Maria Sieland (Martina Gedeck).

15 March 2012

Jejak Sang “Don” Mafia Berkeley

4 komentar

Widjojo Nitisastro/kompas.com

Bulan Oktober 1970, majalah Ramparts yang ditulis oleh David Ransom menerbitkan sebuah artikel mengenai hiruk pikuk perpolitikan dan keadaan masyarakat Indonesia tahun 1960-an.  Dari tulisan tersebut munculah istilah Mafia Berkeley.

Bila Mafia Berkeley diidentikan dengan organisasi kriminal dengan struktur dan kode etik tertentu seperti novel The Godfather karya Mario Puzo, mungkin tidak terlalu tepat. Namun, bila Mafia Berkeley ini sebuah kelompok teknokrat yang diikat oleh kesamaan visi, komitmen, kedekatan, dan kepercayaan. Kelompok inilah yang menjadi penggagas dan otak pembangunan Indonesia pada masa Orde Baru.

25 January 2012

John

4 komentar

Sepasang kekasih flamboyan melakukan sesuatu dari sebuah kamar, di kota Amsterdam. Mereka mengundang para wartawan dari media massa internasional. Banyak yang yang menganggap mereka melakukan lelucon yang gila.

Sebenarnya,yang mereka lakukan bukanlah pesta, bukan pula melakukan hal-hal yang ekstrim secara fisik. Yang mereka lakukan sederhana: bercinta dalam damai!

03 January 2012

Resolusi

4 komentar
Rokok sudah habis empat batang. Hampir satu jam mata Jabir melototi laptop. Sesekali dia mengecek laman media sosial dari HP-nya. Namun tulisan yang berisi daftar resolusi untuk tahun 2012 tak kunjung selesai. Padahal, pergantian tahun hampir satu jam lagi. Si Jabir hampir putus asa.

Tiba-tiba sang Pengelmu datang. Dengan suara yang agak berat, Sang Pengelmu bertanya, "Kenapa bir?"

Jabir tak segera menjawab. Pikirannya masih diselimuti kerumitan menuliskan resolusi pribadi.

23 December 2011

Sikap

1 komentar
Sekali dalam Hidup, orang harus Menentukan Sikap. Kalau Tidak, Dia Tidak Akan Menjadi Apa-Apa --(Pramoedya Ananta Toer)

Pada setiap persimpangan hidup, kita dituntut untuk bersikap. Setidaknya, itulah kata orang bijak.

Saya tidak tahu kenapa sebagian orang mengeluh tentang sikap dan keinginannya. Celakanya, mereka yang mengeluh seperti itu telah beranjak dewasa. Dan yang paling celaka: ternyata saya bagian diantara mereka.

Setiap menjelang awal tahun, kita membuat ritual: menulis resolusi pribadi ini dan itu. Tak peduli apakah resolusi ini mengulang yang dulu atau membuat yang baru.